The World of Physic

Your description goes here

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

About Me

Foto saya
saya adalah seorang pelajar yang dianggap idiot oleh tmn2 sebaya saya karna cara berfikir saya yang berbeda dengan anak pada umumnya prinsip saya mengenai pandangan hidup adalah sebuah mimpi atau ilusi di otak kita.oleh karna itu saya paling suka ilmu yang mempelajari alam semesta karna saya tidak suka pengrtauhan yang biasa2 saja (formal) saya paling suka membaca buku tentang karya ilmiah fiktif tentang alam semesta dan juga filsafatnya.pribadi saya. saya orang malas hehehehe. saya susah menghargai pendapat orang lain karna saya sibuk dengan dunia saya sendiri. seperti anak autis.

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

time and date

Google Maps

Category List

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...



Pembahasan

Manusia telah dibiasakan sejak mulai kehidupanya, untuk memandang dunia tempat ia hidup memiliki wujud materi yang absolute. Sehingga ia dewasa dengan penkondisian ini, dan menjalani cara pandang hidupnya dengan cara ini. Akan tetapi penemuan ilmu pengetauhan moderen memperlihatkan pernyata’an penting yang sama sekali berbeda dengan anggapan umum. Berikut inilah penjelasanya.

Semua informasi yang kita punyai tentang dunia luar, sampai kepada kiata melaui kelima pancaindra kita. Dunia luar yang kita pahami terdiri atas apa yang dilihat mata, disentuh dengan kulit, dibau dengan hidung, didengar oleh telinga dan dikecap atau dirasakan dengan lidah, manusia hanya bergantung dari lima pancaindera tersebut sejak lahir. Itulah mengapa ia mengeyauhi dunia luar, hanya sebatas informasi dari kelima indra ini. Tetapi penelitian ilmiah tentang indra kita telah mengunggkapkan kenyataan yang sangat berbeda tentang apa yang kita sebut sebagai dunia luar, dan kenyataan ini telah membongkar rahasia penting tentang hakikat ”Materi” yang telah menyusun dunia luar tersebut. Pemikir abat ini fedric freester menjelaskan imu pengetauhan tentang bidang ini. Ia mengatakan, ”pernyata’an sejumlah filosofi & ilmuan tentang manusia adalah gambar, segala yang dirasakan bersifat sementara dan tipuan, dan alam semesta hanyalah sebuah bayangan. Tampak dibuktikan oleh ilmu penetauhan moderen di jaman kita”. Agar lebih memahami hubunagn otak kita yang sesungguhnya dengan dunia luar, marilah kita pahami kembali indra penglihatan yang memberi informasi paling banyak tentang dunia luar.

Proses melihat terjadi secara bertahap, pada saat melihat kumpulan cahaya disebut Foton, bergerak dari benda menuju mata dan menembus lensa mata, dimana foton ini dibelokan tepat di retina, di sini foton diubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan kemudian diteruska oleh sel-sel saraf ke pusat penglihatan dibagian belakang otak. Proses melihat yang sesungguhnya terjadi dipusat tersebut yang berada di otak. Semua pemandangan yang kita saksikan di dunia luar selama ini dan semua peristiwa yang kita alami sebenarnya kita alami di tempat yang kecil dan gelap ini. Sekarang marilah kita cermati informasi ini dengan lebih seksama. Ketika kita berkata, ”kita melihat”, kita sesungguhnya melihat efek yang ditimbulkan di otak kita oleh cahaya yang sampai di mata dengan mengubahnya menjadi sinyal-sinyal listrik. Ketika kita berkata, ”kita melihat”, kita sesungguhnya melihat sinyal listrik diotak kita.

Di samping itu ada hal lain yang perlu untuk diingat, otak tertutup rapat dari masuknya cahaya dan bagian dalamnya gelap gulita. Oleh karnanya ia tidak mungkin berhubungan langsung dengan cahaya. kita dapat menjelaskan hal ini dengan sebuah contoh. Anggaplah didepan kita ada sebuah lilin menyala yang kita lihat cahayanya, selama kita melihat cahaya lilin bagian dalam tengkorak dan otak kita sama sekali gelap, cahaya lilin tidak pernah menerangi otak kita maupun pusat penglihatan kita, namun kita melihat dunia yang penuh warna dan terang benderang didalam otak kita yang gelap. Hal yang serupa juga terjadi terhadap indra kita yang lain, suara, sentuhan, rasa dan bau, semua dirasakan dalam otak sebagai sinyal-sinyal listrik. Jadi selam kita hidup otak sama sekali belum pernah menyentuh apa yang selama ini kita anngap dengan dunia luar, melainkan hanya tiruan sinyal-sinyal listrik dari materi yang kita anggap absolute yang terbentuk didalam otak kita. Disinilah kita tertipu bagaimana kita menganggap tiruan berupa sinyal listrik ini sebagai hal yang nyata.

Kenyataan ini telah mengantarkan kita pada kesimpulan yang tak perlu untuk diperdebatkan lagi. Semua yang kita lihat, sentuh, dengar, raba dan rasakan sebagai materi, dunia ataupun alam semesta, hanyalah sinyal listrik didalam otak kita. Sebagai contoh kita melihat seekor burung di dunia luar, nyatanya burung ini bukanlah dari dunia luar, melainkan dari dalam otak kita sendiri. Partikel-partikel cahaya yang dipantulkan burung mengenai mata dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik, sinyal-sinyal ini diteruskan oleh sel-sel neuron kepusat penglihatan di dalam otak. Burung yang kita lihat adalah sinyal listrik di dalam otak kita. Jika saraf-saraf penglihatan yang menyambungkan mata dengan otak diputus, penampakan seekor burung tersebut akan segera lenyap. Dengan cara yang sama sura dari seekor burung tersebut juga ada didalam otak kita. Jika saraf-saraf pendengaran yang menghubungkan otak dengan telinga diputus, maka tidak ada suara yang terdengar. Sesingkatnya seekor burung yang kita lihat dan suaranya yang kita dengar, merupakan penafsiran sinyal-sinyal listrik didalam otak dan oleh otak kita.

Hal lain yang perlu dicermati dalam persoalan ini adalah perasaan tentang jarak. Misalnya jarak antara anda dengan suatu objek yang lain, tidaklah lebih dari persaan tentang ukuran dan ruang yang terbentuk dalam otak anda, juga benda-benda yang terlihat sangat jauh dalam pandangan seseorang, ternyata adalah sejumlah bayangan yang terkumpul pada satu titik dalam otak. Misalnya seseorang pengamat bintang yang melihat bintang-bintang dilangit yang maha luas, beranggapan bahwa jarak bintang yang ia lihat dari muka bumi berjuta tahun perjalanan cahaya darinya. Padahal bintang-bintang ini berada dalam dirinya sendiri, di pusat penglihatan otaknya. Ketika anda melihat acara televisi di sebuah ruangan, anda sebetulnya tidak ada didalam ruangan yang seperti anda yakini, sebaliknya ruangan tersebut yang ada dalam diri anda. Penglihatan anda terhadap tubuh anda yang berada dalam ruangan, membuat anda berfikir bahwa anda didalam ruangan. namun anda harus ingat bahwa tubuh andapun juga merupakan penampakan yang terbentuk di otak anda.

Apakah keberadaan dunia luar sangat diperlukan?, sejauh ini saya telah mengatakan pada anda berkali-kali tentang dunia luar dan dunia persepsi atau penampakan didalam otak kita, yang terakhir inilah yang sebetulnya kita lihat, namun dikarenakan kita tidak mampu atau belum pernah menyentuh dunia luar sejengkalpun secara langsung, bagaimana dapat meyakinkan kita bawa dunia luar benar-benar ada. Sudah pasti kita tidak dapat satu-satunya dunia yang denganya kita dapat mampu berhubungan langsung adalah dunia persepsi yang kita huni didalam otak kita. Kita meyakini keberadaan benda hanya karna kita dapat mententuh dan melihatnya, dan mereka dimunculkan pada kita oleh penampakan yang kita buat. Tapi penampakan pada kita hanya sekedar gambaran dalam otak, jadi benda-benda yang terekam oleh penampakan yang kita buat, tidak lebih dari sebuah gambaran dan hakikatnya gambaran ini tidak ada melainkan di otak kita. Karena semua ini berada dalam otak, maka ini berarti bahwa kita tertipu jika kita berpendapat alam dan segala sesuatu memiliki wujud di luar otak.

Untuk membayangkan materi mempunyai wujud diluar otak adalah tipuan belaka. Penampakan yang kita saksikan sangat mungkin berasal dari sumber tiruan. Hal ini dapat dipahami dengan contoh berikut. Pertama-tama marilah kita anggap jika kita dapat mengeluarkan otak dari tubuh dan menjaganya tetap hidup dalam sebuah toples kaca, lalu kita ambil komputer dari beragam informasi yang dapat direkamnya. Terakhir marilah kita masukan sinyal-sinyal listrik dari semua data yang mampu memunculkan situasi seperi gambar, suara dan rasa kedalam komputer ini. Marilah kita sambungkan komputer ini dengan otak kita, menggunakan kabel elektroda dan mengirim data yang telah terekam di otak kita, disa’at otak kita mersakan sinyal-sinyal ini, dia akan melihat dan hidup dalam situasi yang dimunculkan oleh sinyal-sinyal ini. Dari komputer ini kita juga dapat mengirim ke otak aktivitas sinyal-sinyal listrik tentang gambaran hidup kita. Misalnya kita dapat mengirim ke otak kita sinyal-sinyal yang behubungan dengan indra penglihatan, pendengaran dan peraba dari yang kita rasakan ketika kita duduk dikursi, dalam kea’ada’an ini otak kita akan menganggap dirinya sebagai seseorang businesman yang sedang duduk dikantornya. Dunia bayangan ini akan berlangsung selama rangsangan sinyal terus menerus datang dari komputer keotak kita. Kita tak pernah menyadari bahwa kita hanya terdiri dari otak, sungguh sangat mudah kita terkecoh dalam mempercyai penampakan yang tanpa disertai wujud materi sebagai hal yang nyata. Inilah yang sebetulnya terjadi dalam mimpi kita.

Bagi anda sesuatu yang nyata adalah, sesuatu yang dapat dilihat dengan mata dan disentuh dengan tangan. Dalam mimpi anda juga pula dapat menyentuh dengan tangan anda dan melihat dengan mata anda. Namun pada kenyataanya anda tak punya tangan ataupun mata, tak ada pula sesuatu apapun yang dapat disentuh ataupun dilihat. Sehingga ketika anda mempercayai apa yang dirasakan pada saat bermimpi, sebagai keberadaan secara materi anda telah tertipu. Sebaagai contoh, seseorang yang tidur pulas di tempat tidurnya dapat melihat dirinya berada dalam dunia yang sama sekali berbeda dalam mimpinya. Ia mungkin bermimpi bahwa ia seorang pilot dan menjadi komandan pesawat raksasa, dan ia bekerja dengan serius mengkomandani pesawat tersebut. Padahal orang ini tidak beranjak selangkahpun dari tempat pambaringanya. Dalam mimpinya ia melihat keadaan yang berbeda seperi bertemu kawan, berbicara dengan mereka, makan dan minum bersama. Kendatipun sebuah penampakan yang tidak memiliki wujud materi, pengalaman dalam bermimpi sungguh sangat terasa nyata. Hanya ketika bangun dari mimpinyalah, ia kemudian menyadari bahwa semua ini hanyalah penampakan. Jika kita dapat dengan mudah hidup dalam dunia semu mimpi kita, maka hal yang sama juga dapat berlaku terhadap dunia yang kita huni sekarang. Ketiuka kita terbangun dari mimpi, tak ada alasan logis untuk berfikir bahwa kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang kita sebut dunia nyata. Alasan kita menganggap mimpi kita hanyalah sebuah hayalan, sedangkan dunia sebagai alam nyata, hanyalah akibat kebiasaan dan perasangka kita masalah waktu. Ini menunjukan bahwa mungkin saja terbangun dari kehidupan di bumi yang kita anggap sebagai kehidupan saat ini, persis sebagaimana kita terbangun dari mimpi.

Setelah pernyataan tentang materi terungkap, kini muncul pertanyaan yang paling penting. Jika peristiwa yang terjadi dalam alam materi yang kita ketauhi hakikatnya adalah sekedar penampakan, bagaimana sengan otak kita?, oleh karna otak kita juga materi sebagaimana tangan, kaki atau benda materi yang lain, ia mestinya juga penempakan sebagaimana semua benda lainya. Contoh lain mungkin akan meperjelas hal ini, marilah kita anggap kita dapat memanjangkan saraf-saraf yang menuju otak kita, lalu kita keluarkan otak itu dari tubuh kita dan meletakanya disuatu tempat. Sehingga kita dapat melihatnya dengan mata kita, pada keadan ini kita dapat melihat otak kita dan menyentuhnya dengan jari-jari kita. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa otak kita tidaklah lebih dari sebuah penampakan yang dibentuk oleh indra penglihatan kita dan peraba, lalu kehendak apakah yang melihat, mendengar dan merasakan semua indra yang lain jika bukan otak?. Siapakah dia yang melihat, mendengar, meraba, dan mersakan rasa dan bau?. Siapakah wujud ini yang berfikir, beralasan, memiliki persaan dan bahkan berkata saya adalah saya. Salah seorang pemikir terkemuka abad kini, Karl Rebaun, juga memiliki pertanyaan yang sama,”sejak zaman yunani para filsuf telah memikirkan tentang hantu di dalam mesin, manusia kecil didalam manusia kecil, dan lain sebagainya, dimanakah saya seseorang yang menggunakan otaknya, siapakah dia yang melakukan perbuatan mengetauhi?”. ternyata wujud gaib yang menggunakan otak, yang melihat dan mersakan ini, adalah ruh, materi adalah penampakan yang dilihat oleh ruh. Begitulah, kendatipun kita memulai dengan anggapan bahwa materi adalah nyata, hukum-hukum fisika, kimia dan biologi, semuanya akan mengantarkan kita pada kenyata’an bahwa materi terbentuk dari hayalan dan pada kenyataanya pasti tentang adanya wujud gaib. Inilah hubungan dunia luar dan otak yang sesungguhnya. Kenyataan ini kelak akan sangat menghawatirkan ilmuan materialis yang meyaikini bahwa materi berwujud absolute.

BAB 3
Rancangan Penelitian

A. Metode penlitian

Kami akan melakukan penlitian dengan metode literature mengenai panca indra dan system koordinasi tubuh manusia yang menghasilkan kesimpulan luar biasa yang menympulkan, kesimpulan puncak bahwa kehidupan hanyalah maya

B. Waktu dan Tempat

Kami mengumpulkan berbagai literature tentang masalah ini secara bergantian dirumah setiap anggota kami dan mengumpulkna buku - buku favorit yang membantu penelitian kami. Kami melakukan hal ini pada tanggal 7 – 14 November 2009.

C. Cara pengamatan data

Kami akan mengumpulkan beberapa literature – literature dan memfilternya sesuai dengan fakta ilmu biologi dan menghubungkan atau membuktikan dengan dalil al quran karena kami tidak dapat membuktikannya dengan eksperimen karena terbatasnya fasilitas – fasilitas ilmiah di Indonesia yang dapat membantu kami , dalam meneliti hal ini


Pendahuluan
A. Latar belakang
Manusia normal dilahirkkan sejak kecil dengan lima panca inderanya , dari mereka lahir sampai sekarang mereka mendapatkan informasi melalui lima panca indera tersebut. Otak mereka berkembang seiring dengan pertambahan informasi di dalam otak, bayangkan jika kita tidak mempunyai kelima panca indra ,kita pasti tidak bisa merasakan kehidupan dengan kata lain kita merasakan kehidupan dengan lima panca idera kita yang memusatkan informasinya di otak. Ada apa dibalik informasi yang diberikan oleh panca inderaa kita di otak, kita akan ulas semua rahasia kehidupan di dalam otak di makalah ini. Mari kita ulas mulai dari indra penglihatan kita yang memberi informasi kita paling banyak


Bagaimana kita dapat melihat ?
Pertama pantulan cahaya dari benda dari masuk ke lensa mata lalu dipusatkan tepat di retina lalu bayangan dari benda di ubah menjadi sinyal sinyal listrik oleh syaraf penglihatan lalu dikirim ke otak dan akhirnya bayangan yang kita lihat barusan dilihat atau dirasakan diotak tempatnya tepat diblakang otak kita yaitu pusat syaraf penglihatan ukuranya sekitar beberapa cm2. Begitu juga dengan cara kerja indra lainnya semua data di ubah menjadi sinyal listrik dan dikirim ke otak. Dari ulasan sepintas tentang cara kerja indra kita kita dapat membuat dugaan sementara, yang tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa semua yang kita rasakan, kita dengar, kita lihat, kita raba, dan kita cium selama kita hidup sampai saat ini hanyalah sebuah tiruan sinyal listrik di otak


B. Rumusan masalah
Dari ulasan dari cara kerja indra kita muncul berbagai pertanyaan diantaranya :

- apakah benar semua yang kita rasakan selama ini didunia hanyalah berupa sinyal listrik ?
- berarati hukum materi fisika biologi ataupun kimia yang mengatakan bahwa materi adalah wujud absolute atau nyata selama ini salah, benarkah ?
- apakah benar berarti manusia hanya terdiri dari otak ?
- lantas apakah yang dinamakan wujud absolute sebenarnya ?

C. Tujuan

Tujuan kamu menulis makalah ini agar masyarakat luas tahu bahwa materi sebenarnya tidak berwujud absolute atau mutlak (nyata) dan kehidupan yang selama ini kita rasakan hanyalah sebuah sinyal listrik di otak kita dan untuk menggugurkan teori kimia yang mengatakan bahwa materi berwujud absolute.

D. Manfaat


  1. bagi penulis:
kami dapat mengemukakan pendapat kami dan pandangan hidup kami tentang semua yang kami pahami dan kami ketauhi tentang apa itu hidup dan ada apa dibalik semuanya yang terjadi selama kita hidup didunia ini.

  1. bagi pembaca:
mangetauhi bahwa seiring berkembangnya zaman, ilmu pengetauhan dan teknologi. bahwa pendapat umum tentang hidup adalah kenyataan dan materi adalah absolute adalah SALAH.

E. Hipotesa

Kehidupan yang kita rasakan selama ini hanyalah berupa sinyal listrik di otak, karena otak kita sama sekali belum pernah bersentuhan sedikitpun dengan dunia luar, sehingga tidak dapat meyakinkan keberadaan materi absolute diluar otak kita. Dan menurut kami, sebenarnya materi absolute adalah materi yang merasakan penampakan sinyal listrik yang ada di otak selama ini, yaitu ruh kita, manusia. Dan juga zat yang menciptakan penampakan alam semesta di otak kita secara tarus menerus, yaitu Allah swt. Tentang materi absolute sesungguhnya akan kita bahas di Bab 2.

king ping pong

seberapa tepat tembakan anda???